SEMARANG, KOMPAS.TV - Pelaksanaan MTQ Nasional 2026 cabang tilawah bagi tunanetra resmi digelar.
40 qori' dan qoriah disabilitas netra bersaing untuk menjadi yang terbaik.
MTQ cabang tilawah bagi tunanetra ini digelar di kawasan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang.
Total ada sekitar qori' dan qoriah disabilitas netra yang bersaing dalam cabang tilawah ini.
Pelaksana acara Majelis Tiga MTQ 2026, Muhammad Asyiq, mengatakan total peserta MTQ cabang tilawah disabilitas netra ini mencapai 40 orang. Sedangkan untuk peserta tartil Quran mencapai 70 anak.
Para peserta ini mendapat ayat yang akan dibacakan pada saat tampil, melalui sebuah aplikasi dan dilakukan secara acak.
Bagi cabang tilawah tartil Quran, ayat yang bakal dilantunkan diterima 16 jam sebelum tampil, sedangkan bagi disabilitas netra, ayat diterima satu jam sebelum tampil.
Sementara itu, peserta asal Jateng bernama Ahmad Zainudin, persiapannya mengikuti MTQ ini dengan matang.
Ia mulai belajar menghafal Al-Qur'an sejak 2012 di salah satu ponpes di Jepara.
Untuk menghafal 30 juz dalam Al-Qur'an, dia membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.
Sedangkan untuk mendalami tilawah, dia belajar setahun terakhir. Ini adalah gelaran MTQ tingkat nasional yang ia ikuti pertama kalinya.
Sementara itu, qoriah asal Kaltim bernama Siti Nurjanah mengaku mempersiapkan diri kurang lebih sembilan bulan untuk menghadapi MTQ Nasional 2026 ini.
Sebelumnya, dia sudah pernah meraih juara harapan satu, sehingga tahun ini dia berharap bisa meraih podium pertama.
Dalam acara ini, juri atau dewan hakim pada tartil ada 9 orang. Sedangkan pada disabilitas netra ada 12 dewan hakim.
Baca Juga MTQ Nasional ke-31 di Jateng, Wagub Taj Yasin Bahas Target hingga Dampak Ekonomi | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/690556/mtq-nasional-ke-31-di-jateng-wagub-taj-yasin-bahas-target-hingga-dampak-ekonomi-jurnal-nusantara
#mtq #semarang #tunanetra
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/690578/mtq-nasional-2026-40-qori-dan-qoriah-tunanetra-bersaing-jadi-yang-terbaik-sapa-pagi