KOMPAS.TV - Sebulan pascakeracunan menu MBG di Berastagi, Karo, Sumatera Utara, dua siswa yang belum sembuh dirujuk ke Jakarta.
Keduanya menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta.
Dua siswa yang diduga mengalami keracunan MBG di Berastagi, Karo, masih dalam perawatan.
Guna mendapatkan pemulihan medis dan psikis yang lebih intensif, kedua siswa dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Ayah salah satu korban, Febiona, menyebut pihak RSCM memberikan obat penghilang rasa sakit kepada Febi sebelum menjalani perawatan lanjutan.
Sementara itu, 353 siswa yang berasal dari dua sekolah di Kabupaten Karo menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Evarina Etaham setelah mengalami keracunan pada 13 Agustus lalu.
Guru Besar Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Posman Sibuea, mengatakan Badan Gizi Nasional harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait keamanan pangan.
Jumat lalu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi kedua korban keracunan MBG di Medan, Sumatera Utara.
Di hadapan orang tua siswa, Wapres menyampaikan permohonan maaf dan menjanjikan penanganan terbaik bagi korban.
Pemerintah didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan membenahi tata kelola program MBG menyusul banyaknya kasus dugaan keracunan.
Keselamatan anak tidak bisa dinegosiasikan dengan apa pun. Kita akan membahasnya bersama Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra.
Baca Juga Kasus Keracunan MBG di Karo Naik ke Tahap Penyidikan, Kompolnas Heran Belum Ada Tersangka di https://www.kompas.tv/nasional/690519/kasus-keracunan-mbg-di-karo-naik-ke-tahap-penyidikan-kompolnas-heran-belum-ada-tersangka
#mbg #bgn #keracunanmbg #kpai
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/690532/full-kpai-bicara-soal-pemenuhan-hak-anak-dan-jaminan-keamanan-korban-keracunan-mbg