Di usia 66 tahun, Andi Sapardi atau yang akrab disapa Babeh Andi masih berdiri di depan anak-anak untuk mengajarkan tari Betawi.
Dengan tegas dan telaten, ia membimbing setiap gerakan murid-muridnya di Sanggar Seni Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.
Bagi Babeh Andi, berkesenian bukan sekadar pekerjaan. Ia merupakan generasi ketiga dari keluarga seniman Topeng Betawi dan mulai berkesenian sejak usia 12 tahun.
Warisan seni dari kakek dan neneknya, Djunim Bokir dan Kinan Binti Djimin, terus ia jaga dengan mengajarkan tari kepada generasi muda.
Selama puluhan tahun berkesenian, Babeh Andi tak hanya tampil di dalam negeri. Ia pernah membawa kesenian Betawi ke berbagai panggung internasional, mulai dari Beijing, Bangkok, Perancis, hingga Dubai Expo.
Baginya, setiap pertunjukan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menjaga budaya Betawi agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.
Kini, estafet itu terus ia lanjutkan melalui anak-anak yang belajar di sanggar. Bagi Babeh Andi, melihat murid-muridnya tumbuh menjadi penari, pelatih, hingga mendirikan sanggar sendiri menjadi kebanggaan tersendiri.
Ia berharap generasi muda tidak kehilangan jati diri dan terus mengenal budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Video jurnalis: Cynthia Lova
Produser: Nursita Sari
#BabehAndi #TariBetawi #BudayaBetawi #SetuBabakan #kesenian #kisahinspiratif #vjlab