:

[FULL] IDAI Soroti Kasus Keracunan MBG Berulang: Harus Ada Transparansi SPPG Distribusi MBG!

4 jam lalu

KOMPAS.TV - Kasus keracunan massal seusai menyantap MBG kembali terjadi.

Kali ini, 352 siswa di lima sekolah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami keracunan seusai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis.

Kepanikan menyelimuti orang tua ratusan siswa sekolah dasar di Lombok Tengah, NTB, pada Jumat siang.

Masih memakai seragam, anak-anak ini digendong orang tua mereka menuju sejumlah fasilitas kesehatan.

Para siswa itu mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG di sekolah mereka.

Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah dasar mengalami keracunan.

Untuk mengetahui penyebab keracunan, polisi memeriksa SPPG yang menyediakan MBG bagi lima sekolah yang terdampak keracunan massal.

Mengantisipasi tragedi keracunan massal seusai menyantap MBG, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengusulkan agar program MBG dimasak dan disajikan di kantin sekolah.

Dengan memasak di sekolah, kualitas dan kesegaran makanan dinilai lebih terjamin.

Litbang Kompas mencatat, sejak awal tahun 2026 terjadi ratusan kasus keracunan MBG di sekolah di berbagai daerah.

Pada 10 Februari 2026, sebanyak 218 orang menjadi korban keracunan MBG di SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara.

Peristiwa keracunan MBG juga menimpa 108 siswa di SD Al Abidin, Solo, Jawa Tengah, pada 28 Juli 2026.

Lalu, pada 31 Juli 2026, sebanyak 707 orang di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, juga mengalami keracunan MBG.

Sementara itu, 527 siswa di Distrik Depapre mengalami keracunan MBG pada 4 Agustus 2026.

Disusul pada 13 Agustus 2026, sebanyak 361 orang dari sejumlah sekolah di Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan MBG.

Kemudian, pada 2 September 2026, sebanyak 304 orang mengalami keracunan di sejumlah SD di Kecamatan Palupuh dan SMPN 1 Palupuh, Agam, Sumatera Barat.

Kasus keracunan makanan akibat mengonsumsi MBG di sejumlah sekolah di berbagai daerah selama sebulan terakhir harus menjadi alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG.

Tidak boleh lagi ada siswa yang keracunan akibat mengonsumsi MBG.

Untuk membahasnya, sudah bersama kami dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Baca Juga [FULL] Aryanto Sutadi & LBH Medan soal Penyidikan Keracunan MBG di Karo, Siapa yang Tanggung Jawab? di https://www.kompas.tv/regional/690382/full-aryanto-sutadi-lbh-medan-soal-penyidikan-keracunan-mbg-di-karo-siapa-yang-tanggung-jawab

#keracunanmbg #sppg #bgn #mbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690384/full-idai-soroti-kasus-keracunan-mbg-berulang-harus-ada-transparansi-sppg-distribusi-mbg

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke