KOMPAS.TV – Aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan berhenti sejak peralihan tanggal 6 ke 7 September. Meski kegempaan menurun signifikan, masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada karena erupsi susulan masih dapat terjadi.
PVMBG menyebut secara visual Gunung Anak Krakatau kini hanya mengeluarkan embusan asap putih dengan intensitas normal.
Pascaerupsi besar, tercatat 13 kali letusan dengan karakter erupsi strombolian berenergi rendah. Meski aktivitas kegempaan menurun, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti.
Badan Geologi masih memberlakukan radius aman tiga kilometer dari kawah aktif. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan kawah serta tetap mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang.