PATI, KOMPAS.TV - Puluhan siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Para orang tua mengaku trauma dan meminta perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Lebih dari 300 siswa dan guru mengalami gejala keracunan seusai mengonsumsi MBG. Sebanyak 48 siswa masih menjalani rawat inap di 4 rumah sakit dan satu puskesmas.
Orang tua siswa meminta adanya evaluasi menyeluruh dan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati telah mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk diuji.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menetapkan insiden kesehatan yang menimpa sejumlah siswa sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan medis sekaligus memastikan keselamatan para siswa.
Dinkes Kabupaten Pati menyiapkan 29 unit ambulans yang disiagakan untuk membawa sejumlah siswa dan guru dari dua sekolah yang mengalami gejala keracunan seusai menyantap MBG.
Terkait kasus dugaan keracunan MBG di Pati, Jawa Tengah, Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah memastikan setiap laporan dugaan keracunan makanan dalam program MBG langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi.
Penanganan dilakukan dengan standar waktu kurang dari 24 jam.
Petugas sanitasi dan kesehatan lingkungan diterjunkan ke SPPG, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Petugas mengambil sampel makanan dan sampel muntahan serta memeriksa kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hingga kini, sebanyak 120 SPPG di Pati telah diasesmen.
Pemeriksaan meliputi penerapan prosedur operasional standar (SOP), mulai dari pengolahan makanan hingga proses pendistribusian kepada penerima manfaat.
Hasil asesmen ini akan dilaporkan kepada BGN untuk menjadi bahan evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya jika ditemukan pelanggaran.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/690164/siswa-korban-keracunan-mbg-di-pati-orangtua-minta-sppg-disanksi-tegas-sapa-malam