Iran disebut mengembangkan pola serangan yang mengandalkan kualitas ancaman ketimbang semata-mata jumlah rudal.
Laporan mengenai serangan 89 September 2026 di Yordania mengidentifikasi kemungkinan penggunaan Kheibar Shekan, Emad, dan Ghadr dengan muatan klaster, meski jenis rudal serta konfigurasi hulu ledaknya belum dikonfirmasi secara independen. Mekanisme klaster memungkinkan satu hulu ledak membawa puluhan bomblet yang kemudian menyebar ketika mendekati sasaran.
Taktik tersebut sekaligus memberi tekanan terhadap sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Ketika serangan datang berturut-turut, Washington menghadapi dilema antara mengeluarkan pencegat untuk menghadapi setiap ancaman atau mempertahankan stok untuk gelombang berikutnya. Pertarungan pun bergeser dari sekadar kemampuan menjatuhkan rudal menjadi adu daya tahan antara persediaan senjata ofensif Iran dan kemampuan AS mengganti amunisi pertahanannya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #Iran #IRGC #KheibarShekan #RudalKlaster #Patriot #AmerikaSerikat #Yordania
Music: Kilas Peristiwa (AI)