PATI, KOMPAS.TV - Pasca ratusan siswa dan guru di Pati, Jawa Tengah diduga keracunan usai mengonsumsi menu MBG, 34 masih menjalani rawat inap di dua rumah sakit, sementara lainnya menjalani rawat jalan.
Suasana RSUD Soewondo Pati, Jawa Tengah, mulai normal usai kemarin sempat mendapat ratusan pasien yang diduga keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis.
Dari data Dinas Kesehatan terdapat 236 siswa dan guru yang bergejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada hari sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, 174 menjalani rawat jalan dan 34 lainnya menjalani rawat inap di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati.
Sebelumnya, 138 siswa MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong, Pati, yang diduga menjadi korban keracunan MBG masih dirawat di RSUD Soewondo, Pati, Jawa Tengah.
Korban mengeluhkan sejumlah gejala, seperti pusing, mual hingga diare.
Banyaknya pasien yang datang membuat pihak rumah sakit harus menambah ruangan perawatan agar seluruh korban dapat tertangani. Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Pati, sedikitnya 230 siswa dan 13 guru diduga mengalami keracunan. Korban saat ini menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Kabupaten Pati, yakni RSUD RAA Soewondo, RS Keluarga Sehat, dan RS Mitra Bangsa Pati.
Untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, Dinas Kesehatan Pati mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswa. Kemudian, sampel tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jateng.
Sebelumnya, ratusan siswa di dua sekolah di Pati, Jawa Tengah, diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis.
Sebagian siswa dirujuk ke puskesmas dan sebagian lainnya ke RSUD Soewondo Pati.
Total 230 siswa dari dua sekolah, yakni Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 dan SMP Negeri 1, yang diduga keracunan.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan penyebab kejadian.
#keracunanmbg #pati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/689977/update-dugaan-keracunan-mbg-di-pati-34-orang-masih-dirawat-di-dua-rumah-sakit-sapa-siang