Memasuki awal September 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng oleh gelombang keracunan massal yang menimpa lebih dari 3.400 siswa dan guru di 14 daerah berbeda, mulai dari Rembang, Sidoarjo, Klaten, hingga Tana Toraja.
Kasus yang terus berulang dalam skala besar ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk Komisi IX DPR RI dan KPAI, yang menilai bahwa insiden tersebut bukan lagi sekadar kejadian terisolir melainkan masalah sistemik akibat lemahnya pengawasan, ketidakpatuhan terhadap SOP, serta tata kelola dapur tersentralisasi yang buruk.
Menanggapi krisis yang telah menelan puluhan ribu korban sejak program ini berjalan, Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat desakan kuat untuk melakukan reformasi fundamental, mulai dari pengetatan pengawasan melibatkan BPOM dan Pemda hingga evaluasi total operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di sisi lain, absennya sanksi hukum yang tegas bagi pengelola yang lalai membuat kelompok pemantau seperti MBG Watch dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mendesak adanya tindakan hukum nyata demi menghentikan siklus keracunan yang terus mengancam keselamatan anak-anak sekolah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: The_Paper_Trail
#Peristiwa #Viral ##kompascomlab #MBG #KeracunanMBG #KasusMBG #KasusKeracunanMBG #Keracunan