Enam bulan konflik berjalan, Amerika Serikat dinilai terjebak dalam strategi serangan udara yang monoton dan kurang efektif untuk menundukkan Iran, sementara Teheran justru terus mengevolusi teknologi militernya.
Para pengamat strategi militer, termasuk dari Rand Corporation dan Universitas St. Andrews, menyoroti bahwa ketergantungan Washington pada jet tempur berawak sudah mulai usang menghadapi gempuran drone murah serta rudal canggih yang secara konsisten menekan pasokan minyak dan mencekik perekonomian AS di Selat Hormuz.
Di tengah kebuntuan taktik tersebut, Iran semakin berani unjuk kekuatan dengan menguji coba rudal balistik anti-kapal terbaru seperti Qasem Basir langsung ke arah kapal induk USS George Washington, serta menggunakan rudal Kheibar Shekan yang dilengkapi teknologi anti-jamming untuk mengelabui sistem radar. Meskipun pihak CENTCOM mengeklaim berhasil menghindari serangan tersebut, evolusi persenjataan Iran yang semakin adaptif dan sulit diprediksi kini memaksa Washington untuk mengevaluasi ulang efektivitas kekuatan maritimnya di kawasan teluk.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Cavalry - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #RudalIran #Rudal #IranAmerika #PerangIran