Iran berpeluang mempelajari dan melakukan rekayasa balik terhadap Dive-LD, drone bawah air otonom milik Amerika Serikat yang berhasil direbut di sekitar Selat Hormuz.
Sejumlah analis menilai Iran kemungkinan akan membongkar sistem mekanisnya, meski perangkat lunaknya disebut memiliki sistem pertahanan bawaan.
Penangkapan tersebut juga mengingatkan pada RQ-170 Sentinel yang direbut Iran pada 2011 dan kemudian diklaim telah direkayasa balik.
Di sisi lain, Angkatan Laut AS menyebut Dive-LD sebagai kendaraan model lama yang mengalami kerusakan, sementara Anduril menyatakan drone tersebut mampu beroperasi hingga 10 hari dalam kondisi menantang.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi Narator: Novyana Nurmita Dewi Video Editor: Aqmal Safa Rifai Produser: Novyana Nurmita Dewi