Arus lalu lintas dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kian lumpuh setelah Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengumumkan rencana pemberlakuan zona larangan masuk terbatas. Kebijakan tersebut merespons blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat yang turut menghambat operasional Pelabuhan Shahid Rajaee di Bandar Abbas, sementara lalu lintas harian kapal anjlok drastis dari lebih dari seratus kapal menjadi hanya segelintir saja akibat eskalasi militer yang terus memanas.
Di tengah situasi yang kian tertekan akibat blokade dan uji coba rudal anti-kapal Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran dan Oman kini berada pada tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur aman sementara di Selat Hormuz yang akan segera didaftarkan ke Organisasi Maritim Internasional.
Iran juga, dalam kesempatan yang sama, memperingatkan negara-negara seperti Korea Selatan agar tidak terlibat dalam tindakan agresif AS yang dinilai hanya akan memperumit situasi keamanan maritim kawasan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #IranUs #IranUSWar #SelatHormuz #KapalInduk