:

Syair "Lampung Karam yang Tenggelam", Kisah Letusan Krakatau 1883 yang Hilang 100 Tahun

4 hari lalu

Syair Lampung Karam merupakan karya Muhammad Saleh yang mendokumentasikan dahsyatnya letusan Krakatau 1883 dalam 374 bait.

Catatan tersebut merekam pengalaman masyarakat pribumi menghadapi bencana, termasuk hujan abu, tsunami, lokasi terdampak, serta korban di sejumlah wilayah seperti Sebesi dan Sebuku. Detail yang dituliskan Saleh membuat karya sastra tersebut dinilai menyerupai laporan jurnalistik tentang salah satu bencana terbesar pada abad ke-19.

Lebih dari satu abad setelah tragedi Krakatau, naskah tersebut ditemukan kembali oleh Suryadi di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda, pada 2008. Ironisnya, Syair Lampung Karam masih belum banyak dikenal di Lampung sendiri. Padahal, catatan Muhammad Saleh menyimpan pengalaman masyarakat menghadapi tanda-tanda alam dan kehancuran akibat Krakatau, menjadikannya bukan hanya arsip sejarah, tetapi juga bahan pembelajaran mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

#Peristiwa #Bencana ##Kompascomlab #Krakatau #LampungKaram #SyairLampungKaram #SejarahKrakatau #GunungKrakatau 


Music: Detak Arsip (AI)

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke