:

Anak Krakatau Alami Erupsi Strombolian, Apa Artinya?

4 minggu lalu

Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi setelah sebelumnya meletus terus-menerus selama sekitar 25 jam sejak 4 September hingga 6 September 2026. Pada Senin, 7 September 2026, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebut karakter erupsi kini kembali ke pola strombolian, dengan letusan berdurasi pendek. Meski getaran seismik menurun, status Anak Krakatau masih Level III atau Siaga dan potensi letusan berikutnya masih dinilai tinggi.

Di sisi lain, tsunami hingga kini memang belum terdeteksi. Namun, ahli tsunami BRIN Widjo Kongko mengingatkan bahwa belum terdeteksi bukan berarti potensi tsunami rendah. Ketua IATSI Gegar Prasetya juga menyebut setidaknya ada tiga mekanisme yang perlu diwaspadai, yakni ledakan bawah laut, lateral blast, dan keruntuhan struktur gunung.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati

Music: National Agenda (AI)

#Peristiwa #Bencana ##cclabs #ErupsiStrombolian #ErupsiAnakKrakatau

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke