Tim SAR Indonesia memperluas area pencarian di Selat Sunda guna menemukan sebuah speedboat yang membawa delapan orang termasuk lima jurnalis yang hilang sejak Senin (7/9/2026) dalam perjalanan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa rombongan tersebut sempat mengirimkan laporan posisi dan foto sebelum akhirnya kehilangan kontak di sekitar kawasan gunung berapi yang saat ini berada dalam zona larangan masuk tiga kilometer.
Pada hari kedua pencarian, Basarnas mengerahkan 20 personel menggunakan kapal KN SAR Tetuka serta membagi kekuatan menjadi lima unit kerja sama dengan Lanal Banten, Polair, dan SAR Lampung dengan total cakupan area seluas kurang lebih 273 mil laut. Penyisiran difokuskan di sekitar perairan Pulau Rakata dan Pulau Panjang berdasarkan titik koordinat terakhir, meski tim menghadapi kendala arus serta gelombang tidak bersahabat dan hingga kini seluruh korban masih dinyatakan hilang.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#peristiwa #bencana ##kompascomlab #JurnalisHilangKontak #GunungAnakKrakatau #ErupsiKrakatau #AnakKrakatau #Erupsi