KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tidak hanya mengancam manusia.
Satwa liar, khususnya orangutan, juga menjadi korban. Dalam satu bulan terakhir, sebanyak sembilan orangutan berhasil diselamatkan dari ancaman karhutla. Namun, satu di antaranya tidak berhasil bertahan hidup.
Orangutan tersebut bernama Sampurna, yang sempat menjadi perhatian publik setelah proses penyelamatannya.
Senior Manager Media & Communication YIARI, Heribertus Suciadi, mengatakan kondisi Sampurna memburuk beberapa jam setelah berhasil dievakuasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan pada paru-paru yang berkaitan dengan paparan asap.
Menurut Heribertus, karhutla menjadi ancaman serius bagi orangutan karena dapat menghilangkan habitat tempat mereka hidup.
YIARI menerjunkan tim di tujuh desa yang dinilai memiliki potensi terdampak karhutla dan menjadi habitat satwa liar, khususnya orangutan.
Heribertus memperkirakan terdapat sekitar tujuh hingga belasan orangutan yang berpotensi terdampak.
Untuk mengantisipasi api mendekati kawasan konservasi, tim juga menyiapkan selang pemadam yang terhubung ke sumber air.
Dalam kondisi normal, selang tersebut digunakan untuk melakukan pendinginan dan pembasahan area setiap hari.
Sementara untuk mendeteksi potensi kebakaran, tim melakukan patroli darat dan patroli udara menggunakan drone thermal.
Patroli dengan drone tersebut dilakukan secara rutin, terutama saat memasuki musim kemarau.
berdasarkan data satelit yang dikompilasi tim GIS YIARI, ancaman karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Data titik api yang mereka simpan mencakup periode 2014 hingga 2025.
Dalam kondisi terkini, sebaran karhutla disebut telah mendekati kawasan YIARI dan mengancam habitat orangutan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/yCH1QCwce2o
#karhutla #kalimantan #bencana
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/689678/orang-utan-sampurna-mati-usai-diselamatkan-paru-parunya-rusak-akibat-asap-karhutla-dipo