JAWA TIMUR, KOMPAS.TV - Musim kemarau mengakibatkan volume air Waduk Dawuhan di Madiun, Jawa Timur, menyusut drastis dan tersisa sekitar 500 ribu meter kubik atau 15 persen dari kapasitas normal.
Penyusutan volume air di Waduk Dawuhan, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terbilang drastis. Hingga Senin, 7 September 2026, volume air Waduk Dawuhan hanya tersisa sekitar 500 ribu meter kubik atau 15 persen dari kapasitas 3,9 juta meter kubik.
Padahal Waduk Dawuhan selama ini menyokong sistem irigasi untuk lahan pertanian seluas 2.823 hektare, yang tersebar di sepuluh desa pada tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Wonoasri, Kecamatan Madiun, dan Kecamatan Balerejo.
Penyusutan debit air di Waduk Dawuhan terjadi karena terhentinya pasokan air dari hulu, serta tingginya laju penguapan akibat suhu udara yang cukup menyengat pada musim kemarau.
Saat ini, pasokan air hanya mampu mengairi kawasan persawahan di lima desa.
Pasokan air waduk diproyeksikan hanya dapat mengalir hingga 15 hari ke depan. Selisih sisa volume air sebanyak 300 ribu meter kubik tidak akan dihabiskan, melainkan disisakan khusus untuk pemeliharaan struktur tubuh bendungan.
#wadukdawuhan #kemarau #madiun
Baca Juga Pengucapan Sumpah Jabatan 3 Pimpinan Bank Indonesia Periode 2026-2031 | MA NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/689583/pengucapan-sumpah-jabatan-3-pimpinan-bank-indonesia-periode-2026-2031-ma-news
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/689586/musim-kemarau-volume-air-di-waduk-dawuhan-madiun-menyusut-sapa-pagi