KOMPAS.TV – Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat warga di sejumlah wilayah berbondong-bondong membeli masker. Di Pandeglang, Banten, warga menyerbu minimarket hingga stok masker habis. Kondisi serupa terjadi di Depok, Jawa Barat.
Sejumlah daerah juga menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk mencegah siswa terpapar abu vulkanik, di antaranya Serang, Pandeglang, Cilegon, Bogor, Depok, Jakarta, dan Lampung. Sementara di Bekasi, siswa diwajibkan menggunakan masker dan sekolah turut membagikan masker.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut abu vulkanik berisiko mengganggu pernapasan, mata, dan kulit. Warga di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, warga disarankan menggunakan masker, kacamata, serta pakaian tertutup.
Selain Anak Krakatau, Gunung Ibu, Ile Lewotolok, dan Semeru juga mengalami erupsi dalam waktu hampir bersamaan. Pemerintah dinilai perlu memastikan fasilitas kesehatan siap menangani warga yang terpapar abu vulkanik, terutama kelompok rentan.
Untuk membahas risiko dan antisipasi paparan abu vulkanik, KompasTV menghadirkan Erlina Burhan, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Ketua Bidang Penyakit Menular, serta Devi Arminanto, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan.
#gununganakkrakatau #abuvulkanik #masker #kesehatan #erupsi #pjj
Baca Juga [FULL] Erupsi, Gempa, Cuaca Ekstrem Bersamaan di Indonesia, Pakar Ungkap Penyebabnya? |KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/689571/full-erupsi-gempa-cuaca-ekstrem-bersamaan-di-indonesia-pakar-ungkap-penyebabnya-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/689572/full-seberapa-berbahaya-abu-vulkanik-guru-ui-dan-kadinkes-lampung-bahas-risikonya-sapa-malam