KOMPAS.TV – Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih melanda Desa Mriyan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Selama empat bulan, warga menghadapi sumber air yang mengering dan mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun swasta.
Warga juga terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp175 ribu hingga Rp300 ribu per tangki. Air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak dan mencuci hingga memenuhi kebutuhan ternak.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa menjual ternak hingga berutang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
BPBD Boyolali mencatat 33 desa dan 95 dukuh di 11 kecamatan terdampak krisis air bersih. Pemerintah terus menyalurkan bantuan sebanyak 2,5 juta liter air bersih bagi masyarakat terdampak.