:

Apakah Obat Nyamuk Berbahaya bagi Manusia? Ini Risikonya

1 minggu lalu

Obat nyamuk hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari semprot, bakar, elektrik, hingga oles.

Seluruh jenis tersebut memiliki bahan aktif yang berfungsi membunuh atau mengusir nyamuk, tetapi konsentrasi dan cara penggunaannya berbeda.

Paparan yang berlebihan dapat menimbulkan sejumlah keluhan, terutama pada orang yang memiliki saluran pernapasan atau kulit sensitif.

Penelitian Lembaga Swadaya Masyarakat Gita Pertiwi terhadap 100 responden menemukan gangguan pernapasan pada 62 persen pengguna obat nyamuk kimia, batuk 52 persen, sakit kepala 18 persen, dan bintik pada kulit 3 persen.

Penggunaan obat nyamuk perlu dilakukan secara tepat, termasuk memperhatikan waktu penyemprotan dan memastikan anggota keluarga tidak berada di ruangan sampai bau obat menghilang.

Selain itu, pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan melalui penggunaan kelambu, pakaian tertutup, losion antinyamuk, dan penerapan 3M.


Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis: Wisnubrata, Dian Maharani
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi
Narator: Novyana Nurmita Dewi
Video Editor: Novyana Nurmita Dewi
Produser: Novyana Nurmita Dewi 

#Kesehatan #Tips ##cclabs #Evergreenlab #ObatNyamuk #AntiNyamuk #Nyamuk 


Music: Clear Signal -(AI)


Artikel terkait:
https://regional.kompas.com/read/2010/02/16/15581070/dampak-buruk-obat-nyamuk   
https://nasional.kompas.com/read/2010/12/09/08435481/index.html 
https://health.kompas.com/read/2016/06/16/140000123/Cara.Efektif.Gunakan.Obat.Nyamuk.Semprot.di.Rumah 
https://www.kompas.com/sains/read/2025/03/28/104607223/obat-baru-mengubah-darah-manusia-menjadi-racun-untuk-nyamuk  




Video terkait: 
https://youtu.be/XrhhjQ1dKl0 

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke