Ketegangan di Selat Hormuz memuncak setelah Iran secara terbuka menguji coba rudal anti-kapal dan meluncurkan serangan rudal balistik ke arah kapal induk serta kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat. Meskipun pihak CENTCOM menyatakan berhasil menghindari serangan tersebut dan membalasnya dengan menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran, langkah Teheran ini menegaskan pergeseran strategi militer yang berani menargetkan armada utama AS secara langsung di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Di sisi lain, kapal induk USS Abraham Lincoln yang menjadi tulang punggung operasi militer justru pulang dalam kondisi kelelahan usai menjalani penugasan berat selama sembilan bulan di zona tempur aktif tanpa jeda yang memadai. Beban operasional seperti pemadaman sinyal Wi-Fi, pembatasan logistik, hingga ketidakpastian jadwal kepulangan telah memukul moril para prajurit, menunjukkan bahwa tekanan psikologis dan kelelahan kronis dapat melumpuhkan armada militer sama efektifnya dengan ancaman senjata di medan perang.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Breaking Signal No 2 (AI)
#global #perang ##kompascomlab #Iran #AS #IranvsAS #IranAS #USSAbrahamLincoln #KapalIndukAS