Gunung Anak Krakatau yang lahir dari sisa keruntuhan kaldera purba hasil letusan dahsyat Krakatau 1883, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai oleh muntahan lava dan dentuman terus-menerus sejak awal September 2026.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi berulang ini terjadi akibat pasokan magma dan gas dari dapur magma di dalam tubuh gunung yang masih terus mengalir tanpa putus, meskipun peningkatan frekuensi letusan tersebut tidak serta-merta mengindikasikan ancaman bencana besar yang akan datang.
Meskipun sejumlah alat pemantau terdekat dan kamera CCTV mengalami kerusakan akibat terjangan material erupsi, Badan Geologi tetap memastikan kelangsungan pengawasan secara multiparameter yang mencakup jaringan seismik, pengamatan visual dari titik aman, deformasi, emisi gas, hingga citra satelit.
Dengan sistem redundansi instrumen tersebut, pemantauan aktivitas vulkanik tetap berjalan optimal, sementara perbaikan perangkat di lapangan akan terus dikoordinasikan secara hati-hati dengan memprioritaskan keselamatan petugas di tengah status siaga gunung.
Lantas, bagaimana sejarah di balik dapur magma Anak Krakatau yang tak pernah padam ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Midnight_Ledger
#peristiwa #bencana ##kompascomlab #Krakatau #AsalUsulAnakKrakatau #AnakKrakatau #Erupsi #ErupsiAnakKrakatau