JAKARTA, KOMPAS.TV - Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik hingga Jabodetabek dan sejumlah wilayah lainnya.
Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga, penerbangan, hingga membuat sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh.
Dalam dialog Pakar Vulkanologi ITB Mirzam Abdurrahman menjelaskan karakter abu vulkanik serta potensi dampaknya terhadap kesehatan, penerbangan, infrastruktur, pertanian, peternakan, dan sumber air.
Baca Juga Selain Bandara Soetta, Bandara Halim dan Radin Inten II Juga Ditutup hingga Pukul 18.00 WIB di https://www.kompas.tv/nasional/689436/selain-bandara-soetta-bandara-halim-dan-radin-inten-ii-juga-ditutup-hingga-pukul-18-00-wib
Mirzam juga menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan Anak Krakatau kembali mengalami erupsi besar seperti 1883 atau longsoran yang memicu tsunami pada 2018.
Bersama Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, ia menjelaskan kondisi terkini, langkah mitigasi yang perlu dilakukan masyarakat, pentingnya mengikuti arahan pemerintah, serta alasan warga diminta tetap waspada tanpa panik.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/689440/full-vulkanologi-itb-bnpb-ungkap-kondisi-anak-krakatau-erupsi-besar-seperti-2018-kompas-pagi