Perang dengan Amerika Serikat dan Israel justru disebut memberi Iran kesempatan mempelajari teknologi mutakhir yang digunakan untuk menyerangnya. Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Majid Ibn Reza mengatakan temuan dari medan perang kini dianalisis untuk mengembangkan sistem pertahanan yang lebih adaptif. Teheran juga menyatakan telah mengadopsi strategi baru yang menggabungkan pendekatan di medan perang dengan diplomasi dan upaya menghadapi tekanan ekonomi.
Perhatian kemudian tertuju pada Arash-e Kamangir, sistem pertahanan udara lokal yang menurut Fars mampu mendeteksi target siluman. Detail teknisnya masih minim dan klaim Iran belum diperkuat secara independen, tetapi analis menilai konsep sistem yang lebih kecil dan bergerak sesuai dengan pola evolusi pertahanan Teheran.
Pada saat yang sama, Iran dilaporkan terus mengembangkan rudal jelajah supersonik berbasis ramjet melalui program C430L dengan bantuan teknologi Rusia, yang berpotensi mempersempit waktu deteksi dan pencegatan serta mengancam kapal perang AS di kawasan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Nabilah Safirah Produser: Marvel Dalty