JAKARTA, KOMPASTV - Koalisi MBG Watch, Irma Hidayana, menilai berulangnya kasus keracunan menunjukkan persoalan MBG tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki standar operasional prosedur atau SOP.
Menurut Irma, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menemukan akar persoalan sebelum program kembali dilanjutkan.
“Saya menyarankan pemerintah satu, setop dulu MBG, evaluasi yang fundamental mengakar sampai ke akar-akarnya,” kata Irma di Sapa Pagi, Sabtu (5/9/2026). (timecode 15:24)
Ia juga menyoroti kondisi iklim Indonesia yang dinilai dapat memengaruhi keamanan makanan yang dimasak sejak pagi dan kemudian didistribusikan ke sekolah.
Irma menegaskan tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat merupakan hal yang baik. Namun, keselamatan anak harus menjadi prioritas utama.
“Perlu evaluasi total, stop MBG," tegasnya.
Menanggapi desakan tersebut, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi RI, Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua dan siswa yang terdampak dugaan keracunan.
“Yang utama kami memohon maaf ya kepada Ibu dan Bapak para siswa terkait dengan dugaan keracunan di beberapa dapur MBG,” kata Hariqo.
Hariko menjelaskan, dapur MBG yang terbukti bermasalah dapat ditutup selama 30 hari.
Kepala SPPG juga dapat diusulkan untuk diberhentikan.
“BGN itu kan mengambil langkah yang tegas ya. Yaitu menutup dapur itu selama 30 hari. Kemudian mengusulkan pemecatan untuk kepala SPPG,” jelasnya.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/689128/full-mbg-watch-desak-program-makan-bergizi-gratis-dihentikan-sementara-buntut-kasus-keracunan