:

DPR Bongkar Data Keracunan MBG Capai 50.000 Orang, Sebut Program Bermasalah Sistemik

16 jam lalu

Wakil ketua komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengungkap data kemenkes bahwa selama 2 tahun beroperasi keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 50.000 orang. Hal itu diungkap Charles dalam rapat dengar pendapat bersama Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Sudaryono, Kamis (3/9/2026).

Kepada Sudaryono, Charles dengan lugas menyebut ini adalah kegagalan sistemik, bukan kesalahan hanya satu atau dua dapur SPPG.

"Kalau kita melihat angka seperti ini kan bukan kejadian terisolir. Ini adalah permasalahan sistemik," tegas Charles.

Charles bahkan menyingung, bahkan sejak 31 Agustus hingga 2 September 2026 saja, gelombang kasus keracunan massal sudah menyentuh seribu orang. Keracunan terbaru menimpa 777 orang di SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah dan 668 santri dan pelajar di Sidoarjo akibat keterlambatan distribusi makanan dari dapur SPPG Kalitengah. Ini belum termasuk Toraja 125 orang dan beberapa daerah lain.

Charles juga mempertanyakan alokasi anggaran dan kepatuhan BGN terhadap putusan Mahkamah Konstitusi, sembari menyarankan agar badan terkait melakukan perubahan fundamental dan radikal. Salah satu solusi konkret yang diusulkan adalah mengubah sistem dapur tersentralisasi yang rentan basi menjadi school based kitchen atau dapur berbasis sekolah guna menjamin keamanan serta ketepatan sasaran bagi para pelajar.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Lights - Patrick Patrikios

#politik #pemerintah ##kompascomlab #MBG #KasusKeracunanMBG #KeracunanMBG #BGN #DPR #Sudaryono

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke