KOMPAS.TV – Sepekan setelah kerusuhan 27 Agustus yang menewaskan pedagang cermin Bambang Setiawan, Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan korban.
Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan 14 saksi serta analisis terhadap rekaman CCTV, video, dan konten media sosial yang berkaitan dengan peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan.
Namun, kemunculan sketsa wajah ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian mempertanyakan alasan polisi menggunakan sketsa, sementara sejumlah video dugaan pengeroyokan Bambang sempat beredar luas di media sosial. Mereka menilai rekaman yang beredar seharusnya dapat menjadi petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku.
Di sisi lain, terdapat pendapat bahwa tidak semua video yang beredar dapat langsung dijadikan alat bukti. Sebagian konten yang viral juga dipertanyakan keasliannya karena diduga telah melalui proses penyuntingan, bahkan disebut-sebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Polisi menyatakan penyidikan masih berlangsung. Penyidik melakukan pencocokan keterangan saksi dengan analisis digital untuk memperoleh petunjuk mengenai identitas terduga pelaku.
Jurnalis KompasTV Rahma Piliang dan juru kamera Janivan Prapta juga menelusuri lokasi kejadian serta mendatangi keluarga Bambang Setiawan untuk mengetahui tanggapan mereka setelah polisi merilis dua sketsa tersebut.
#bambangsetiawan #kerusuhan27agustus #poldametrojaya #sketsapelaku #cctv #ai
Baca Juga [FULL] Praktisi Hukum & Komisioner Kompolnas Bahas Alasan Pengeroyok Bambang Masih Bebas di https://www.kompas.tv/regional/689019/full-praktisi-hukum-komisioner-kompolnas-bahas-alasan-pengeroyok-bambang-masih-bebas
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/689039/sketsa-polisi-vs-video-viral-netizen-mana-yang-lebih-kuat-ungkap-pembunuh-bambang-parosot