:

Bukti AS Buntu Lawan Iran: Terlalu Bergantung pada Serangan Udara, Mudah Dibalas IRGC

7 hari lalu

Amerika Serikat kembali menyerang Iran pada Minggu (31/8/2026) dengan menghantam dua peluncur roket di Pulau Larak.


Iran kemudian menyatakan telah membalas dengan meluncurkan rudal ke lokasi pasukan AS di Yordania. Serangan AS tersebut menjadi aksi militer pertama Washington terhadap Iran dalam sekitar satu bulan 


Ilmuwan politik Universitas Chicago Robert Pape menilai Iran tengah membaca titik lemah Amerika, termasuk dampak ekonomi dan kondisi cadangan minyaknya. Menurut Pape, tekanan terhadap pasokan energi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi salah satu cara Teheran meningkatkan beban terhadap Washington. 


Dilema tersebut memperbesar pertanyaan mengenai jalan keluar Washington dari perang. Pengalaman Afghanistan menunjukkan bagaimana Amerika pernah menghabiskan dua dekade dalam konflik sebelum akhirnya pergi, sementara perang Iran sebelumnya dijanjikan Pete Hegseth akan berlangsung terfokus, mematikan, cepat, dan menentukan. 


Simak selengkapnya dalam video berikut!


Penulis Naskah: Nabilah Safirah

Narator: Nabilah Safirah

Video Editor: Fathir Rohman

Produser: Marvel Dalty


#Global #Konflik ##Kompascomlab #IRGC #SeranganAS #PulauLarak #SelatHormuz #SeranganIran #TrumpIran #PerangIran


Music: Chariots of War - Aakash Gandhi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke