KOMPAS.TV - Tiga hari setelah sketsa pengeroyok Bambang Setyawan disebar polisi, masih belum ada operasi penangkapan terhadap pelaku.
Jurnalis Kompas TV, Rahma Piliang, dan juru kamera, Janivan Prapta, mendatangi lokasi dan mencari tahu keterangan sejumlah saksi dan tetangga korban soal sosok di balik sketsa yang disebar polisi.
Sehari setelah sketsa wajah dirilis polisi, jurnalis Kompas TV mencoba mengonfirmasi langsung dua gambar pelaku kepada Sudarsih, istri korban pengeroyokan Pejompongan, Bambang Setyawan.
Sudarsih mengaku tidak mengetahui dua sosok tersebut. Saat kejadian, dia berada di rumah. Sudarsih sempat menahan Bambang yang ingin keluar rumah untuk mematikan lampu di tokonya, karena sejumlah massa sudah ramai berkumpul dekat rumahnya.
Namun, Bambang tetap keluar rumah, hingga akhirnya ia mendapat kabar suaminya tewas dikeroyok.
Jurnalis Kompas TV juga coba menanyakan kepada Ketua RT 002/06 Pejompongan, Palmerah, Jakarta Pusat, Aban Sobandi.
Ketua RT mengaku mengetahui dua sosok tersebut, karena terekam dalam video peristiwa pengeroyokan Bambang Setyawan.
#pengeroyokan #bambang #27agustus
Baca Juga Banjir Nepal, Hampir 4.000 Warga Mengungsi dan Tim SAR Cari Pekerja Terjebak | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/689015/banjir-nepal-hampir-4-000-warga-mengungsi-dan-tim-sar-cari-pekerja-terjebak-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/689017/3-hari-setelah-sketsa-disebar-pengeroyok-bambang-masih-belum-ditangkap-kompas-petang