KOMPAS.TV – Menteri Sosial Saifullah Yusuf membuka peluang penggunaan data desil untuk menentukan pembatasan subsidi bahan bakar minyak atau BBM. Namun, penerapannya dinilai harus didahului dengan perbaikan dan pemutakhiran data agar lebih akurat.
Saat ditemui di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf menyebut data desil dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerima subsidi BBM. Menurutnya, akurasi data menjadi hal penting sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Masyarakat juga diminta terlibat dalam proses perbaikan data. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu memastikan data yang digunakan pemerintah sesuai dengan kondisi penerima manfaat di lapangan.