JAKARTA, KOMPASTV - Kepala Bais TNI periode 2011-2013, Laksda Purnawirawan Soleman Ponto, menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu alasan yang mendorong anak muda mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi di luar negeri, meski memiliki risiko besar.
Menurut Soleman, penggunaan tentara bayaran bukan merupakan hal yang luar biasa dalam konflik bersenjata.
"Yang jelas yang faktor yang paling itu kan satu perut. Setelah perut baru kebanggaan. Kalau dia punya perut di sini sudah kenyang dan sudah bangga di sini, ngapain dia mau keluar?," ujar Soleman di Sapa Pagi, Jumat (4/9/2026). (Timecode 15:55)
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Gadjah Mada, Heribertus Jaka Triyana, meminta pemerintah berhati-hati dalam menyikapi informasi mengenai dugaan perekrutan WNI sebagai tentara bayaran Rusia.
Ia menyarankan agar petugas imigrasi, Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan instansi terkait dapat saling berbagi informasi mengenai potensi perekrutan WNI sebagai tentara bayaran.
Jaka juga mendorong pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai risiko bekerja atau terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.
“Saya kira sudah saatnya saat sekarang pemerintah memberikan satu bentuk edukasi dan juga statement-statement yang sifatnya itu adalah membangun kepercayaan dan bukan malah menantang mereka untuk pergi ke luar negeri karena kondisi di Indonesia yang tidak baik-baik saja. Ini adalah pernyataan-pernyataan yang dijawab secara tunai oleh mereka-mereka yang perutnya lapar,” kata Jaka. (timecode 18:27).
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
#tentararusia #wni #russia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688953/wni-diduga-direkrut-jadi-tentara-bayaran-rusia-pakar-soroti-risiko-keamanan-sapa-pagi