KOMPAS.TV - Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan tak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Di Banjarmasin, pemilik usaha penyewaan alat mendaki juga terkena dampaknya. Omzetnya turun hingga 50 persen.
Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan tak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Tetapi juga memukul perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Salah satunya dialami pemilik toko peralatan kemah, Suci Sholeha. Sejak karhutla melanda, omzet penghasilannya menurun drastis, bahkan hingga 50 persen.
Menurut Suci, kabut asap karhutla membuat wisatawan tak berminat untuk melakukan pendakian. Kondisi ini bahkan lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
Aktivitas pendakian menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terdampak karhutla. Selain karena paparan kabut asap, minat pengunjung juga menurun akibat tak bisa menikmati pemandangan indah yang biasa dinikmati saat kemah.
Warga berharap karhutla bisa segera teratasi dan tak menjadi peristiwa berulang, agar roda perekonomian warga dapat kembali pulih.
#banjarmasin #karhutla #kebakaran
Baca Juga Penemuan Jasad Perempuan di Dalam Kardus Terkuak, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688874/penemuan-jasad-perempuan-di-dalam-kardus-terkuak-polisi-tangkap-pelaku-pembunuhan-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688875/full-pemilik-usaha-fun-camping-banjarmasin-ungkap-imbas-dari-karhutla-kompas-malam