Pengamat politik Adi Prayitno menilai pemberian kartu anggota Nahdlatul Ulama (NU) kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari “romantisme politik” yang menunjukkan kedekatan Prabowo dengan NU.
Menurut Adi, kedekatan tersebut tak lepas dari perubahan peta dukungan politik pada Pilpres 2024. Ia menyebut pemilih Nahdliyin di sejumlah kantong di Pulau Jawa memberikan dukungan kepada Prabowo, berbeda dengan Pilpres 2014 dan 2019.
Adi pun menilai, dengan statusnya sebagai anggota NU, Prabowo kini layak disebut sebagai kader NU. Di sisi lain, kedekatan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai posisi PBNU sebagai mitra kritis pemerintah dalam lima tahun ke depan.
Simak selengkapnya perbincangan dalam #SatuMejaTheForum bersama Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha hanya di Youtube KompasTV.