JAMBI, KOMPAS.TV - Mengantisipasi potensi lonjakan pasien infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di tengah kondisi kabut asap, RSUD Raden Mattaher Jambi menyiagakan ruang isolasi khusus.
Saat ini, ruang isolasi masih kosong karena jumlah pasien ISPA yang berobat belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Meski demikian, ruang isolasi dan fasilitas pendukung yang telah disiapkan dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan.
Sebagai rumah sakit rujukan akhir di Jambi, RSUD Raden Mattaher juga menyiapkan penanganan bagi pasien dengan kondisi pernapasan yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
Langkah antisipasi dilakukan karena paparan kabut asap dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada masyarakat yang rentan.
Pembelajaran jarak jauh atau PJJ di Kota Jambi diperpanjang hingga 4 September.
Kebijakan ini berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat.
Perpanjangan dilakukan karena kondisi kabut asap masih terasa di sejumlah wilayah Kota Jambi.
Namun, guru menilai pelaksanaan PJJ belum sepenuhnya efektif. Sebab, tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran daring secara optimal.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyebut, hingga kini belum ada bantuan kuota internet bagi siswa.
Pemerintah Kota Jambi akan terus menerapkan PJJ hingga kondisi kualitas udara dinyatakan kembali aman untuk pembelajaran tatap muka.
Baca Juga Pemerintah Segel 21 Perusahaan di 7 Provinsi Buntut Kebakaran Hutan dan Lahan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/688803/pemerintah-segel-21-perusahaan-di-7-provinsi-buntut-kebakaran-hutan-dan-lahan-kompas-siang
#pjj #siswa #ispa #kabutasap #karhutla
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688804/kabut-asap-karhutla-masih-terasa-pjj-di-jambi-diperpanjang-hingga-4-september-kompas-siang