:

MBG Dikritik, Aktivis: NU Harus Kritis, Bukan Diikat Kekuasaan | SATU MEJA

15 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Muda NU Roy Murtadha menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya perlu mendapat masukan dan evaluasi, termasuk program Makan Bergizi Gratis.

“Kalau memang gak bisa kritis, paling tidak memberikan pandangan-pandangan Masukan-masukan terhadap program-program negara yang sejauh ini memang bermasalah. MBG misalnya, sudah jelas membahayakan fiskal, dan menghambur-hamburkan anggaran negara, dan pengerjanya juga tidak transparan, tidak akuntabel,” kata Roy.

Roy mengaku tetap memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kepengurusan baru PBNU, meski disertai sejumlah catatan. Roy berharap NU tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah. 

“Mestinya sebagai bagian dari kekuatan civil society, NU itu keterlibatannya dengan negara itu keterlibatan kritis. Bukan diikat kaki dan tangannya,” ungkapnya.  

Di sisi lain, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai hasil Muktamar ke-35 NU merupakan hasil ijtihad para ulama yang memiliki posisi penting dalam organisasi.

Namun, Adi juga menekankan adanya harapan dari warga NU agar organisasi kembali kepada khittah dan menjaga jarak dari politik praktis.

Adi berharap NU tetap menjadi gerakan sosial-keagamaan yang independen dan memiliki peran pemberdayaan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/eJNXoZKls5Q 


#pbnu #muktamarnu35 #prabowo 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688696/mbg-dikritik-aktivis-nu-harus-kritis-bukan-diikat-kekuasaan-satu-meja

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke