JAKARTA, KOMPAS.TV - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama telah memilih Gus Khoilurrahman atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, berpasangan dengan Khaidul Ahwa Kiai Miftahul Akhyar.
Aktivis Muda NU Roy Murtadho menyebut, kemenangan Gus Kikin dan Kiai Miftahul Akhyar membuat isu tersebut kembali menjadi sorotan.
Menurut Roy, salah satu harapan terhadap kepemimpinan baru PBNU adalah keberanian mengambil sikap terkait konsesi tambang.
“Karena saya kira NU ini kan concernnya itu kan di isu sosial keagamaan. Kiai itu adanya kitab kuning bukan kitab mining,” ungkapnya.
Roy menilai keterlibatan NU dalam sektor pertambangan berpotensi menggeser fokus organisasi dari fungsi sosial-keagamaan.
“Kalau para pengusaha di sektor tambang ekstraktif saja gagal, sampai sejauh ini gagal menghasilkan pertambangan yang ramah lingkungan, bagaimana dengan NU? Kami khawatir NU akan menjadi broker, konsesi saja,” kata Roy.
Ia juga mengingatkan risiko jika NU justru menjadi perantara dalam pengelolaan konsesi tambang. Roy berharap NU tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah.
Sementara itu, Aktivis NU Lukman Edy yang disebut ikut mendampingi proses pemenangan Gus Kikin menegaskan dirinya bukan tim sukses.
Lukman mengakui dirinya mengikuti proses sosialisasi Gus Kikin selama 24 jam dan membantu menyusun program serta rencana penggalangan dukungan.
Terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan dan penutupan Muktamar NU ke-35, Lukman menilai hal tersebut bukan gestur politik untuk memenangkan kandidat tertentu.
Menurut Lukman, kehadiran Presiden justru menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap NU.
Lukman juga menjelaskan visi Gus Kikin untuk kepemimpinan NU lima tahun ke depan, yakni kembali menggali dasar-dasar filosofis organisasi.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/eJNXoZKls5Q
#pbnu #muktamarnu35 #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/688691/muktamar-ke-35-nu-aktivis-soroti-paket-istana-dan-konsesi-tambang-satu-meja