Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berjalan selama enam bulan gagal membuahkan kemenangan bagi Presiden Donald Trump, di mana Washington kini terjebak dalam strategi "perang permanen" berupa serangan udara berkala setelah berbagai taktik militer maupun tekanan ekonomi menemui jalan buntu.
Analis dari Majalah The New Yorker menilai bahwa situasi ini justru menjadi kekalahan strategis yang mendalam bagi AS, ditandai oleh target awal yang meleset, Selat Hormuz yang tetap tertutup dengan syarat berat, stok amunisi presisi yang menipis, moril prajurit yang merosot, serta meredupnya pengaruh Amerika di kawasan Teluk.
Di sisi lain, Teheran justru tampil semakin percaya diri dengan mengklaim telah membaca titik lemah militer AS yang dianggap rapuh di medan perang nyata. Didukung oleh tiga strategi utama yakni bergabung dengan bank pembangunan BRICS, membuka jalur dagang alternatif dengan Tajiksitan, serta konsolidasi kekuatan bersenjata. Iran membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga siap tampil setara secara strategis, sementara posisi Washington di kawasan semakin tergerus tanpa kejelasan ujung penyelesaian.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Red Sirens Overridge (AI)
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #IranvsAmerika #SelatHormuz #ASSerangIran #IranSerangAS #TrumpIran #Trump