KOMPAS.TV – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS bersama Tim Advokasi untuk Demokrasi atau TAUD menyoroti dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh aparat kepolisian dalam pengamanan demonstrasi 27 Agustus 2026.
KontraS menilai terjadi pengerahan pasukan secara berlebihan. Berdasarkan riset dan pemantauan TAUD, jumlah personel gabungan yang diturunkan dalam demonstrasi 27 Agustus mencapai 18.504 personel. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan aksi BEM UI sebelumnya yang melibatkan 9.500 personel gabungan.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyebut belum menerima laporan resmi terkait organisasi kemasyarakatan yang diduga terlibat kericuhan saat demonstrasi 27 Agustus. Pemerintah masih memantau informasi melalui pemberitaan media.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut, jika ditemukan dugaan pelanggaran oleh ormas, proses penindakan harus didahului pembuktian.
Terkait dugaan penggunaan jammer atau pemblokir sinyal ponsel saat demonstrasi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari menyerahkan penjelasan teknis kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Qodari menyebut Bakom tidak memiliki fungsi menangani aspek teknis telematika.
Pascaaksi demonstrasi, Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya mengusut dalang kericuhan, termasuk penyelidikan terkait meninggalnya satu orang dalam peristiwa tersebut. Persoalan dugaan pelanggaran HAM dalam pengamanan demonstrasi dibahas bersama Staf Ahli Kapolri Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.
#kontras #demonstrasi #komnasham #polri #dpr #ham
Baca Juga Disorot Komnas HAM! Kericuhan Pascademonstrasi 27 Agustus Dibahas dengan Polri | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688375/disorot-komnas-ham-kericuhan-pascademonstrasi-27-agustus-dibahas-dengan-polri-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688530/full-komnas-ham-vs-staf-ahli-kapolri-saling-lempar-pandangan-soal-demo-27-agustus-sapa-malam