KOMPAS.TV – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons informasi Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina yang menyebut delapan warga negara Indonesia diduga bergabung sebagai tentara Rusia. Dasco menyatakan para WNI tersebut diduga direkrut melalui pihak ketiga dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi.
Di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dasco menjelaskan informasi yang diterima dari otoritas intelijen RI menunjukkan proses perekrutan dilakukan melalui tawaran lowongan kerja, sebelum para WNI diberangkatkan ke negara terkait. Kementerian Luar Negeri RI disebut telah berkoordinasi dan mengirim utusan ke negara-negara tersebut.
Sebelumnya, dugaan keterlibatan delapan WNI sebagai tentara Rusia dipublikasikan oleh Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) melalui laman resminya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Ivone Mewengkang, menegaskan apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing terverifikasi, hal itu merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia.
Fenomena dugaan perekrutan WNI tersebut menjadi pembahasan bersama Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, dan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI periode 2011–2013, Soleman Ponto.
#wni #rusia #ukraina #dprri #kemlu #intelijen
Baca Juga 8 WNI Jadi Tentara Rusia Direkrut Pihak Ketiga, Dasco: Diiming-imingi Gaji Besar | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/688520/8-wni-jadi-tentara-rusia-direkrut-pihak-ketiga-dasco-diiming-imingi-gaji-besar-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688522/full-intel-ukraina-ungkap-8-wni-diduga-jadi-tentara-rusia-dpr-dan-kabais-tni-2011-2013-buka-suara