KOMPAS.TV – Di tengah gencarnya serangan Rusia, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut Rusia terus merekrut warga asing untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan melalui laman resmi intelijen Ukraina dengan judul “Kremlin Sedang Mencari Umpan Meriam Baru di Kepulauan Indonesia”.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi informasi terkait delapan warga negara Indonesia yang diduga menjadi tentara Rusia. Dasco menyebut, berdasarkan informasi otoritas intelijen RI, perekrutan dilakukan negara pihak ketiga dengan iming-iming lowongan pekerjaan dan gaji besar.
Dasco mengatakan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dan mengirim utusan ke negara-negara tersebut untuk mengantisipasi perekrutan WNI.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu motif WNI bergabung dengan tentara Rusia. Ia mengingatkan Kementerian Luar Negeri agar memberikan informasi bahwa bergabung menjadi tentara negara lain dapat berdampak pada status kewarganegaraan.
Sebelumnya, mantan marinir TNI Angkatan Laut, Satria Arta Kumbara, juga menjadi tentara bayaran Rusia. Satria tercatat dipecat sebagai prajurit pada 6 April 2023. Setelah bergabung dengan militer Rusia, status kewarganegaraannya hilang secara otomatis.
Fenomena WNI yang menjadi tentara Rusia dibahas bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
#rusia #ukraina #wni #tentara #dprri #hukuminternasional
Baca Juga Serangan Bertubi, Rusia Tewaskan 37 Orang Dekat Kyiv, Puluhan Bangunan Rusak | BERUT di https://www.kompas.tv/internasional/688201/serangan-bertubi-rusia-tewaskan-37-orang-dekat-kyiv-puluhan-bangunan-rusak-berut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688487/full-rusia-rekrut-wni-untuk-perang-pakar-hukum-internasional-soroti-status-wni-kompas-petang