KOMPAS.TV - Pemerintah Kota Semarang siap menutup tempat pembuangan akhir (TPA) sistem terbuka sesuai arahan pemerintah pusat. Saat ini, Pemkot mulai menyiapkan transformasi pengelolaan sampah, sebab TPA sistem terbuka segera ditinggalkan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, usai menghadiri Semarang Resilience Forum 2026 di Aula Fakultas Teknik Undip, mengungkapkan sudah mulai melakukan penutupan sampah sistem terbuka yang ada di TPA Jatibarang, meski belum sepenuhnya memenuhi standar.
Namun, sudah mengurangi dampak lingkungan seperti bau dan gas metana. Selain itu, Pemkot juga mulai mencoba penggunaan biodekomposer untuk menekan bau dari timbunan sampah. Uji coba biodekomposer mampu menurunkan intensitas bau sekitar lima persen.
Namun, Pemkot masih akan terus mengembangkan metode tersebut, sehingga lebih efektif menekan bau sampah. Pemkot Semarang juga mendapatkan bantuan dari KSAD untuk mengolah sekitar tiga setengah juta ton sampah yang menumpuk di TPA Jatibarang menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis.
Semarang sebagai salah satu kota yang menjadi garda terdepan perubahan iklim sekaligus sebagai pusat ekonomi Jateng.
Semarang juga dinilai memiliki sejumlah inovasi yang cukup bagus, seperti mitigasi banjir hingga pengawasan sampah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan.
Berbagai inovasi tersebut merupakan langkah Pemkot untuk menghadapi masalah sampah hingga perubahan iklim ke depannya.
Sehingga dia berharap hasil dari diskusi ini bisa digunakan Pemkot untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi perubahan iklim dan permasalahan lainnya.
#TPA #semarang #pemkotsemarang
Baca Juga KompasTV Raih 2 Penghargaan Kasau Awards 2026 | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/688481/kompastv-raih-2-penghargaan-kasau-awards-2026-jmp
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/688482/pemkot-semarang-siap-tutup-tpa-sistem-terbuka-ini-transformasi-pengelolaan-sampah-jmp