KOMPAS.TV – Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang pedagang cermin, Bambang Setiawan, di Pejompongan saat kerusuhan setelah demonstrasi 27 Agustus 2026.
Dalam konferensi pers, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, polisi tengah menganalisis rekaman video di media sosial untuk mengungkap dugaan pengeroyokan yang menimpa Bambang Setiawan. Rekaman video yang beredar di media sosial juga menjadi petunjuk bagi keluarga untuk mengidentifikasi korban.
Sementara itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi atau TAUD menemukan sejumlah keanehan dalam aksi demonstrasi 27 Agustus. TAUD menilai terdapat kelompok misterius berciri khusus yang diduga sebagai upaya mempertebal konflik antarmasyarakat.
Atas temuan tersebut, TAUD mendesak Polri mengusut tuntas dugaan kekerasan yang menewaskan Bambang Setiawan dan melukai seorang siswa kelas 12 di Pejompongan.
Dari kerusuhan malam 27 Agustus, polisi telah menetapkan 45 tersangka terkait perusakan fasilitas umum. Namun, dugaan penganiayaan yang mengakibatkan Bambang Setiawan tewas di Pejompongan masih dalam penyelidikan polisi.
#bambangsetiawan #pejompongan #demonstrasi #polri #jakarta #komnasham
Baca Juga Yusril Respons Kematian Bambang dan Penganiayaan Faturrohman dalam Kericuhan usai Demo 27 Agustus di https://www.kompas.tv/nasional/688134/yusril-respons-kematian-bambang-dan-penganiayaan-faturrohman-dalam-kericuhan-usai-demo-27-agustus
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688469/tewas-tanpa-pelaku-kematian-bambang-usai-kerusuhan-27-agustus-jadi-tanda-tanya-kompas-petang