JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Universitas Gadjah Mada, Eddy Junarsin, menilai pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) secara konseptual memiliki tujuan yang masuk akal, terutama sebagai agregator data untuk memperkuat transparansi ekspor, mengawasi praktik under invoicing, mengoptimalkan perpajakan, serta memastikan devisa hasil ekspor.
Namun, ia mengingatkan agar kehadiran DSI tidak justru menambah biaya, birokrasi, dan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Baca Juga [FULL] Pidato Puan Maharani di HUT ke-81 DPR: Harus Berbenah dan Kembali Dekat dengan Rakyat di https://www.kompas.tv/video/688420/full-pidato-puan-maharani-di-hut-ke-81-dpr-harus-berbenah-dan-kembali-dekat-dengan-rakyat
Eddy menekankan pentingnya aturan tertulis yang jelas, transparansi, serta sinkronisasi dengan berbagai institusi yang sudah ada.
Menurutnya, DSI harus tetap menjalankan fungsi sebagai pengawas dan agregator data, bukan berubah menjadi pemain atau trader.
Selain itu, implementasi harus berjalan sebaik kerangka kebijakannya agar tujuan meningkatkan ekspor dan devisa tidak terganggu oleh persoalan regulasi maupun operasional.
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/688421/full-ekonom-ugm-soroti-dsi-jangan-sampai-pengawasan-tambah-biaya-dan-birokrasi-kompas-pagi