Amerika Serikat mulai serius membidik helium-3 di Bulan yang berpotensi menjadi harta karun dengan nilai teoritis hingga 20 kuadriliun dolar AS atau sekitar Rp355.120 kuadriliun. Menurut laporan New York Post pada Minggu, 30 Agustus 2026, perusahaan penambangan Bulan asal Seattle, Interlune, menargetkan eksperimen penggalian paling cepat pada 2028. Chief Technology Officer Interlune, Gary Lai, mengatakan sekitar 1 miliar kilogram helium-3 diperkirakan terdapat dalam tiga meter tanah Bulan.
Helium-3 sangat langka di Bumi dan berpotensi digunakan untuk berbagai teknologi canggih, termasuk sistem pendingin komputer kuantum, reaktor fusi nuklir, pencitraan MRI, hingga pendeteksian material nuklir yang diselundupkan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati
Music: Top of The Hour (AI)
#Saintek #Sains ##cclabs #Helium3 #Helium3untukApa