KOMPAS.TV – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menggelar rangkaian Hari Ulang Tahun ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah pada 24 hingga 27 Agustus 2026. Mengusung tema “Tapanuli Tengah Sahata Saholoan, Merawat Alam, Memulihkan Kehidupan”, rangkaian kegiatan dipusatkan di lokasi terdampak bencana.
Puncak HUT ke-81 digelar di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, yang merupakan salah satu kawasan terdampak paling parah akibat musibah banjir bandang.
Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk restorasi lahan kritis melalui aksi penghijauan di lokasi terdampak bencana. Bupati Tapanuli Tengah Mashinton Pasaribu saat memimpin apel pagi gabungan menyebut pemilihan lokasi tersebut sebagai simbol kebersamaan untuk bangkit bersama dan menata kembali wilayah pascabanjir bandang yang terjadi pada November 2025.
Di lokasi yang sama juga digelar rangkaian adat dan doa bersama agar daerah dijauhkan dari berbagai marabahaya, termasuk bencana. Forkopimda turut melakukan restorasi lahan kritis dengan menanam satu pohon untuk setiap aparatur sipil negara atau ASN.
Perayaan HUT ke-81 Tapanuli Tengah juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lokal untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Selain itu, tersedia pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah menggelar aksi tukar sampah organik dengan sembako di lokasi acara.
Pada momentum HUT ke-81, Bupati Tapanuli Tengah Mashinton Pasaribu mengajak warga terdampak bencana untuk segera bangkit dari keterpurukan menuju kehidupan yang lebih baik.
#tapanulitengah #hut81tapteng #sumaterautara #banjirbandang #umkm #penghijauan
Baca Juga Kata Mentan Amran & Gubernur Dedi Mulyadi Bahas Investasi di Subang hingga Penghijauan Lahan di https://www.kompas.tv/nasional/611376/kata-mentan-amran-gubernur-dedi-mulyadi-bahas-investasi-di-subang-hingga-penghijauan-lahan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688337/puncak-hut-ke-81-tapanuli-tengah-merawat-alam-dan-memulihkan-kehidupan-jurnal-nusantara