KOMPAS.TV - Keluarga almarhum Sutrimo mempertanyakan hasil ekshumasi yang telah dilakukan 12 Agustus lalu. Keluarga khawatir kasus Sutrimo terbengkalai.
Keluarga masih belum menerima hasil ekshumasi jenazah Sutrimo. Kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo juga menanyakan nasib telepon genggam kliennya.
Kepada keluarga, penyidik mengaku hasil forensik masih belum menyeluruh. Keluarga khawatir penanganan kasus kematian Sutrimo terbengkalai.
Kematian pria yang bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah itu dinilai janggal.
Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo dilakukan pertengahan Agustus.
Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh Sutrimo sebelum meninggal.
Pegawai eks Jampidsus Sutrimo sebelumnya ditemukan tidak sadarkan diri di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga kemudian melaporkan adanya sejumlah kejanggalan dalam kematian Sutrimo.
Untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo, polisi melakukan olah TKP, ekshumasi, dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dokter yang pertama kali menangani Sutrimo.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 27 saksi.
#ekshumasi #sutrimo #kematiansutrimo
Baca Juga Pengemudi Becak di Kulon Progo Masuk Desil 9, Terancam Kehilangan Bansos | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/688280/pengemudi-becak-di-kulon-progo-masuk-desil-9-terancam-kehilangan-bansos-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688281/update-keluarga-sutrimo-masih-mempertanyakan-hasil-ekshumasi-kompas-siang