KOMPAS.TV - Rumah Sakit Daerah Prof. Moelyono atau RS Menur Surabaya mendata jumlah anak dan remaja yang mengalami gangguan mental dan membutuhkan perawatan cukup banyak, bahkan pasien rawat inap termuda yang pernah ditangani berusia sembilan tahun. Di sisi lain, kebutuhan layanan kesehatan jiwa terus meningkat, membuat okupansi tempat tidur khusus pasien jiwa mencapai sekitar 80 persen, dengan kunjungan didominasi pasien laki-laki.
Persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja kini menjadi perhatian serius di RS Menur Surabaya. Data rumah sakit menunjukkan usia pasien yang membutuhkan perawatan jiwa kini semakin muda.
Gangguan mental pada anak tidak hanya dipengaruhi satu faktor, namun bisa berkaitan dengan faktor genetik, lingkungan, kondisi psikologis, hingga masalah di sekolah.
Meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan jiwa juga terlihat dari tingginya kunjungan pasien di RS Menur. Data rumah sakit mencatat, pada 2022 terdapat 1.570 kunjungan kontrol kasus kesehatan mental anak dan remaja. Jumlah itu meningkat pesat pada 2025, dengan jumlah 11.269 kunjungan kontrol berulang.
Yang menonjol, kunjungan pasien laki-laki jauh lebih banyak dibanding perempuan.
Pada 2022, sebanyak 1.126 kunjungan atau 71,7 persen merupakan laki-laki.
Pada 2025, kunjungan laki-laki mencapai 8.459 atau 75,1 persen.
Peningkatan juga terlihat pada sejumlah kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental anak dan remaja, seperti percobaan bunuh diri, bullying, pornografi, judi online, hingga kecanduan gim.
Data RS Menur mencatat, pada Mei 2026 terdapat 27 kasus percobaan bunuh diri dan self-harm, sedangkan hingga 27 Juni 2026 tercatat 22 kasus.
Lebih dari 80 persen pasien dalam data tersebut berusia di bawah 30 tahun.
Khusus pasien anak di bawah 18 tahun, pada periode Mei hingga Juni 2026, rata-rata hampir ada satu kasus yang ditangani setiap hari.
#pasienRSJ #menursurabaya #mentalhealth
Baca Juga Bantah Tudingan Ferdinand! Botok Jawab Soal AMPB Ditunggangi Geng Solo: Kami Tak Kenal Penguasa di https://www.kompas.tv/video/688246/bantah-tudingan-ferdinand-botok-jawab-soal-ampb-ditunggangi-geng-solo-kami-tak-kenal-penguasa
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688255/full-direktur-rs-menur-surabaya-bahas-soal-penanganan-pasien-gangguan-mental-meningkat