KOMPAS.TV – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama atau NU akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun mendatang. Peserta muktamar sepakat pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui mekanisme Majelis Ahwa.
Ahwa atau Ahlul Halli Wal Aqdi merupakan majelis yang beranggotakan sembilan kiai atau ulama yang diberi mandat untuk bermusyawarah dan menentukan sosok pemimpin tertinggi NU. Sembilan anggota Ahwa dipilih dari nama-nama yang diusulkan peserta muktamar dan memperoleh suara terbanyak.
Selanjutnya, Majelis Ahwa bermusyawarah untuk memilih satu nama sebagai Rais Aam. Sementara Ketua Umum PBNU juga ditentukan melalui mekanisme tersebut. Lima nama calon Ketua Umum PBNU dari usulan muktamirin yang memperoleh suara terbanyak akan diserahkan kepada Rais Aam. Rais Aam dan Majelis Ahwa kemudian bermusyawarah untuk menentukan satu nama sebagai Ketua Umum PBNU.
Dalam Muktamar ke-35 NU juga disepakati aturan baru terkait larangan rangkap jabatan politik bagi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Larangan tersebut mencakup jabatan ketua partai politik, pimpinan DPR dan DPD, presiden, gubernur, hingga menteri. Sementara pengurus di luar mandataris masih memungkinkan untuk rangkap jabatan.
Ketentuan masa iddah politik atau jeda politik di NU yang mewajibkan calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersih dari jabatan atau kepengurusan partai politik selama minimal satu tahun sebelum mencalonkan diri diprotes pendukung Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Pendukung Gus Yusuf menilai aturan tersebut dapat menjegal langkah Gus Yusuf untuk maju sebagai calon Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU.
Muktamar ke-35 NU di Jombang akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun mendatang. Mekanisme Ahwa menjadi perubahan dalam pemilihan pimpinan tertinggi NU kali ini. Pengaruh mekanisme tersebut terhadap sosok yang akan terpilih serta kandidat yang berpeluang memimpin NU menjadi pembahasan bersama kader NU yang juga anggota DPR RI, Zainul Munaschin, dan pengajar politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin.
#nahdlatululama #muktamar35nu #pbnu #raisam #ahwa #gusyusuf
Baca Juga Alissa Wahid Jelaskan Alasan Masa Iddah bagi Calon Ketum PBNU: Jaga Jarak dengan Kekuatan Politik di https://www.kompas.tv/nasional/688193/alissa-wahid-jelaskan-alasan-masa-iddah-bagi-calon-ketum-pbnu-jaga-jarak-dengan-kekuatan-politik
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688210/full-siapa-siap-memimpin-nu-anggota-dpr-ri-dan-ujang-komaruddin-bahas-sosok-pemimpin-sapa-malam