NTT, KOMPAS.TV - Dalam setiap bencana, ada garda terdepan yang bertugas mengevakuasi dan merawat korban.
Tim gabungan, tenaga kesehatan, dan relawan bergerak cepat menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
Tetapi tak jarang, garda terdepan bencana kelelahan, bahkan tumbang. Garda terdepan bencana juga perlu dijaga.
Kantor SAR Maumere bersama Basarnas mengevakuasi jenazah relawan kemanusiaan yang meninggal saat menjalankan misi penanganan pascagempa NTT.
Korban diketahui bernama Ahmad Zaki Ali, berusia 38 tahun, pendiri Relawan Gerak Bareng.
Almarhum dilaporkan meninggal akibat kelelahan saat mendistribusikan bantuan. Keluarga mengenang sosok almarhum sebagai filantropis sejati.
Almarhum memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga keluarga sempat menyarankan almarhum untuk tidak berangkat ke NTT. Namun karena panggilan hatinya, Ahmad Zaki tetap berangkat ke NTT.
Di bawah bayang-bayang reruntuhan gempa dan keterbatasan fasilitas, raga para tenaga kesehatan perlahan melemah.
Sejumlah tenaga kesehatan di wilayah NTT mulai mengalami kelelahan, hingga jatuh sakit, akibat beban kerja tinggi.
Berhari-hari mereka menangani ratusan korban gempa, dengan fasilitas terbatas dan kurangnya istirahat.
Bangunan RSUD Ruteng yang rusak, memaksa tenaga kesehatan merawat para pasien di luar ruangan, dengan beratapkan tenda darurat.
Seminggu melayani pasien di tenda darurat, tenaga kesehatan RSUD Ruteng, NTT mulai mengalami kelelahan.
Tenda, terpaksa jadi rumah sakit darurat karena fasilitas kesehatan setempat rusak parah.
Melinda Bella pun jadi satu-satunya dokter di kawasan tersebut. Sementara tenaga kesehatan lainnya juga ikut terdampak gempa.
Seorang diri dan minim fasilitas pendukung lainnya membuat Melinda Bella kewalahan.
Di tengah bencana yang juga menimpa keluarganya, Bergita Diung tetap menjalankan tugasnya sebagai perawat di RSUD Aeramo.
Keluarga Bergita awalnya trauma dengan gempa yang terjadi, namun akhirnya mengikhlaskan Bergita untuk memenuhi panggilan tugasnya.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/688197/perjuangan-tim-relawan-dan-tenaga-kesehatan-mengevakuasi-merawat-korban-gempa-di-ntt-berut