NEPAL, KOMPAS.TV - Tim SAR terus menyisir kawasan permukiman yang porak-poranda akibat banjir bandang di Nepal. Banjir bandang menewaskan sedikitnya 626 jiwa dan lebih dari 2.400 lainnya dinyatakan hilang.
Tim SAR dan polisi menggunakan anjing pelacak untuk menyisir lokasi mencari korban di wilayah Nuwakot. Sejumlah buldoser dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing bangunan, sementara petugas juga memeriksa bangunan yang rusak.
Seorang warga setempat menuturkan, banjir datang lebih cepat daripada perkiraan peringatan yang diberikan.
Otoritas Nepal mengungkap, lebih dari 3.700 orang telah dievakuasi dari banjir bandang di perbatasan Tiongkok dan Nepal.
Beberapa di antaranya diselamatkan menggunakan helikopter, sebab jalan dan jembatan telah tersapu banjir bandang.
Tim penyelamat menemukan mereka di area lembah Pegunungan Himalaya yang sudah terisolir sejak Rabu lalu.
Empat hari pascabanjir bandang Nepal, debit air di Sungai Bothekoshi semakin meluap.
Pada Minggu (30/8/2026) pagi, otoritas penanggulangan bencana Nepal telah mengeluarkan peringatan dini banjir susulan bagi penduduk sekitar Distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dading.
Nepal mengeluarkan peringatan ini pascaotoritas Tiongkok menginformasikan peningkatan debit air di hulu.
Baca Juga Banjir Dahsyat Nepal: 734 Orang Tewas, Ribuan Masih Hilang di https://www.kompas.tv/internasional/688158/banjir-dahsyat-nepal-734-orang-tewas-ribuan-masih-hilang
#banjirnepal #nepal #banjirbandang #tiongkok
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/688184/ada-peningkatan-debit-air-otoritas-nepal-rilis-peringatan-dini-banjir-susulan-sapa-malam